Sifat dan Keterbatasan Laporan Keuangan

Menurut S. Munawir (2010:9) mengemukakan sifat dan keterbatasan laporan keuangan sebagai berikut:

Sifat Laporan Keuangan yang terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari komunikasi antara lain:
  • Fakta-fakta yang telah dicatat, bahwa Laporan Keuangan ini dibuat atas dasar fakta dan catatan akuntansi, barang dagangan, hutang maupun aktiva tetap yang dimiliki perusahaan.
  • Prinsip-prinsip dan keterbatasan di dalam akuntansi (Accounting Convention and Postulate), berarti data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggapan-anggapan tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lajim (General Accepted Accounting Principels) hal ini dilakukan dengan tujuan memudahkan pencatatan (ekspedisi) atau untuk keseragaman.
  • Pendapat pribadi (Personal Judgmeny), bahwa walaupun pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi-konvensi atau dalil-dalil dasar yang telah ditetapkan yang seolah menjadi standar praktek pembukuan, namun penggunaan dari konvensi-konvensi dan dalil-dalil dasar tersebut tergantung dari pada akuntan atau manajemen perusahaan yang bersangkutan.”

Sifat dan Keterbatasan Laporan Keuangan


Keterbatasan Laporan Keuangan, antara lain:
  1. Laporan Keuangan yang dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan intern report (laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara) dan bukan merupakan laporan yang final karena itu semua jumlah-jumlah atau hal-hal yang dilaporkan dalam Laporan Keuangan tidak menunjukkan nilai likuiditas atau realisasi dimana dalam interim report ini terdapat pendapat-pendapat pribadi yang dilakukan oleh akuntan atau manajemen yang bersangkutan.
  2. Laporan Keuangan menunjukkan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetap sebenarnya dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda atau berubah-ubah, Laporan Keuangan dibuat berdasarkan konsep going concern atau anggapan bahwa perusahaan akan berjalan terus sehingga aktiva tetap dinilai berdasarkan nilai-nilai historis atau harga perolehannya dilakukan terhadap aktiva tetap tersebut sebesar kumulasi depresiasinya.
  3. Laporan Keuangan disusun berdasarkan hasil pencatatan transaksi keuangan atau nilai rupiah dan berbagai waktu atau tanggal yang diaman daya beli uang tersebut semakin menurun dibandingkan dengan penjualan yang dinyatakan dalam rupiah belum tentu menunjukkan atau mencerminkan unit yang dijual semakin besar, mungkin kenaikan itu disebabkan naiknya harga jual barang tersebut yang mungkin juga diikuti kenaikan tingkat harga-harganya.
  4. Laporan Keuangan tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi atau keadaan keuangan perusahaan, karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang, misalnya reputasi dan prestasi perusahaan. Adanya beberapa pesanan yang tidak dapat dipenuhi atau adanya kontrak-kontrak pembelian maupun penjualan yang telah disetujui, kemampuan serta integritas manajernya dan sebagainya.”

Memperhatikan sifat dan keterbatasan laporan keuangan tersebut bahwa sifat dan keterbatasan laporan keuangan mempunyai beberapa perbedaan diantaranya: Sifat laporan keuangan dibuat atas dasar fakta dari catatan akuntansi, barang dagangan, hutang maupun aktiva tetap. Prinsip-prinsip dan keterbatasan di dalam akuntansi (accounting, convention and postulate), berarti data yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggaran tertentu yang dicatat itu didasarkan pada prosedur maupun anggaran tertentu yang merupakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim general accepted accounting principles. Pendapat pribadi personeal judgment, bahwa walapupum pencatatan transaksi telah diatur oleh konvensi atau dalil-dalil dasar yang sudah ditetapkan.

Sedangkan keterbatasan laporan keuangan dibuat secara periodik pada dasarnya merupakan intern report laporan yang dibuat antara waktu tertentu yang sifatnya sementara bukan yang final, karena itu semua jumlah atau hal-hal yang dilaporkan keuangan tidak menunjukkan nilai likuiditas. Tidak menunjukkan nilai akhir dalam arti yang sebenarnya, nilai yang dicantumkan pada daftar disesuaikan dengan peraturan konvensional dari pada pembukuan yang dapat digunakan untuk bermacam-macam aktiva. Tidak mampu memberikan gambaran keuangan dan hasil usaha yang setepat-tepatnya karena terdapat beberapa faktor yang sukar ditentukan nilainya dalam satuan uang, sedangkan faktor lain mempunyai pengaruh pada kondisi tertentu. Terdiri dari transaksi-transaksi keuangan pada saat yang berbeda dan kita ketahui bahwa nilai uang itu berbeda. 

Menunjukkan angka dalam rupiah yang kelihatannya bersifat pasti dan tepat, tetapi pada dasar penyusunannya dengan standar nilai yang mungkin berbeda dan berubah-ubah. Dibuat berdasarkan konsep going concern atau anggapan bahwa perusahaan akan berjalan terus sehingga aktiva dinilai berdasarkan nilai-nilai historis. Disusun berdasarkan hasil pencatatan keuangan atau nilai rupiah dari berbagai waktu atau tanggal yang lalu, dimana daya beli uang tersebut semakin besar kemungkinan kenaikan itu disebabkan naiknya harga jual barang tersebut yang mungkin juga diikuti dengan tingkat harga tidak dapat mencerminkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi posisi keuangan karena faktor-faktor tersebut tidak dapat dinyatakan dengan satuan uang.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel