Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas

Dalam ukuran jangka pendek, harga emas bisa naik dan bisa turun sesuai hukum permintaan dan penawaran (supply and demand). Harga emas juga sangat dipengaruhi oleh fungsi lindung nilai (hedging). Hal ini karena emas adalah benda yang nilainya sangat stabil. Dalam konteks hedging, menurut Tri Utami (Deny Saputra, 2011: 31-32) mengungkapkan bahwa emas bisa naik karena sejumlah faktor diantaranya jika saham jatuh maka para investor saham akan mengalihkan dananya ke emas sebagai pelindung harta mereka sehingga pada kondisi ini emas justru naik. 

Kemudian emas naik jika mata uang dollar AS terdepresiasi terhadap Euro, artinya dollar AS melemah maka pengguna dollar akan mengalihkan dananya ke emas sebagai lindung nilai. Terakhir mengapa emas naik karena jumlah emas yang terbatas dan biaya untuk menambangnya kian mahal karena letaknya semakin dalam ke perut bumi. Jadi, kalaupun ada penurunan harga emas maka nanti harganya akan naik lagi.

Lazimnya sebagian besar dari kita menggunakan istilah “gram” untuk menyebut satuan berat emas. Namun istilah ini tidak berlaku di pasar dunia, dalam pasar dunia untuk satuan berat emas adalah troy ounce atau troy oz (toz) atau setara dengan 31,1034768 gram.

Dalam investasi emas, menemukan harga yang pas saat membeli dan menjual merupakan faktor penting dalam mengestimasi besar risk dan return dari hasil investasinya. Karena tidak sedikit orang memilih emas sebagai alat investasi karena faktor harga yang dipercayai terus meningkat, sehingga dalam transaksi emas harga menjadi pertimbangan saat membeli. Dalam kenyataan sehari-hari, harga emas tidak hanya tergantung pada situasi permintaan dan penawaran, melainkan juga dipengaruhi situasi perekonomian secara keseluruhan. 

Situasi ekonomi yang sering mempengaruhi harga emas emas diantaranya kenaikan inflasi melebihi yang diperkirakan, perubahan kurs, terjadi kepanikan finansial, harga minyak naik secara signifikan, demand dan supply terhadap emas, kondisi politik dunia, situasi ekonomi global dan suku bunga (Suharto, 2013: 88).

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel